Sabtu, 30 Juli 2011

..bag kedua kiat membesarkan anak dengan memanfaatkan kecerdasan emosional

  2. Pesan yang jelas
“Ado jangan nakal!”
“kamu harus bersikap baik terhadap gurumu”
“kelakuanmu buruk sekali”
“kamu sungguh menjadi anak yang baik ketika di toko tadi”
Pernyataan diatas adalah pernyataan yang biasa dilontarkan orang tua. Orang tua yang melontar pernyataan itu pastinya sangat memahami maksud pernyataan itu, tapi apakah anak mengerti pesan apa yang ingin disampaikan orang tuanya? Mungkin tidak. Kita harus ingat bahwa sebagian besar anak-anak merupakan pemikir yang konkret, mereka tidak menangkap arti kata-kata yang abstrak atau samar secara utuh.
Untuk memberikan pesan yang jelas, yang harus diperhatikan
Siapa             yang terlibat? Siapa yang sedang dipuji? Perilaku siapa yang sedang dikoreksi?
Apa                yang baru saja terjadi? Apa yang dilakukan dengan baik? Apa yang harus di perbaiki atau diubah
Kapan          perilaku tersebut terjadi?
Dimana        perilaku itu terjadi
Cara menyampaikan pesan :
o   Buat anak memandang anda. Kontak mata merupakan hal yang penting dalam memberi dan menerima pesan yang jelas.
o   Pandang anak anda. Hal ini membantu kita untuk melihat reaksi anak terhadap pesan yang diberikan. Ketika mata saling memandang, komunikasi akan berlangsung lebih baik.
o   Gunakan nada suara sesuai dengan situasi tersebut. Ketika sedang memberikan koreksi gunakan suara tegas, dan bersahabat serta antusias ketika memberikan pujian.
o   Singkirkan gangguan sebanyak mungkin. Usahakan mencari tempat sepi dimana anda dapat berbicara dengan anak.
o   Coba posisikan diri sehingga tinggi pandangan sejajar dengan pandangan anak. Hindari tindakan mengintimidasi anak anda dnegan berdiri tegak di depannya.
Contoh pernyataan yang tidak jelas dan pernyataan yang spesifik dalam situasi yang sama :
Tidak jelas      “Ado kenapa kamu tidak dapat bertindak sesuai umurmu bila ada tamu           
                         datang?
Spesifik           “Ado, ketika tamu kita tiba, pastikan kamu menyapa mereka, katakan ‘selamat datang.’ Baru sesudah itu kamu dapat kembali ke kamar dan bermain”
Tidak jelas      “jika kita sampai di toko itu, tolong menjadi anak yang baik nak”
Spesifik           “ketika sampai di toko itu, ingat tujuan kita bukan untuk membeli permen. Ayah dan ibu akan senang jika kamu membantu mengambilkan barang yang ada di daftar belanjaan dan menaruhnya di kereta belanja. Kamu boleh membantu mendorong kereta belanja oke?”
Bagian terpenting dari penjelasan secara spesifik adalah bahwa anak memahami bahwa orang tua tidak menyukai tindakan mereka, bukan diri mereka. Orang tua marah dan tidak senang dengan cara anak anda bertindak, tapi anda masih mencintai mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar