Kamis, 28 Juli 2011

KIAT MEMBESARKAN ANAK DENGAN MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL


Sometimes kita bingung bagaimana harus bertindak terhadap anak kita atau bagaimana harus bersikap.. yang pastinya sebenarnya goalnya adalah kita ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati kita, ya kan?
karena itu saya jadi penasaran saat menemukan buku 18 KIAT MEMBESARKAN ANAK DENGAN MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL. cuma kalo langsung mengulas satu buku kayaknya kebanyakan..


sebelum membahas tentang hukuman mohon baca dan jawab sejenak beberapa tpertanyaan dibawah ini ya mom..
1) apakah anda berdebat dengan anak-anak tentang perilaku mereka?
2) apakah anda merasa sepertinya semua yang anda lakukan adalah melakukan koreksi terhadap anak-anak anda?
3) seringkali anda memberikan tanggapan berupa hukuman berat untuk kesalahan yg relatif sepele?
4) apakah anda menggunakan ancaman yg tidak akan atau tidak dapat anda laksanakan?
5) apakah anda sering mengatak sesuatu kepada anak-anak kemudian anda melupakannya?
6) apakah anda mengulang perintah yg sama kepada anak-anak berulang kali?
7) apakah anda sering menyerah terhadap tuntutan anak anda, karena anda merasa jika anda berunding dgnya akan sia-sia saja?
8) apakah anda mendapati semakin banyak hukuman yang anda berikan, semakin banyak kesalahan yang dilakukan anak anda?
9) apakah pilihan terakhir anda adalah melakukan hukuman fisik karena menurut anda sudah tidak ada yang dapat anda lakukan?


Jika jawaban anda sebaGian besar "ya" berarti anda adalah orang tua yang mengandalkan HUKUMAN. tenang anda tidak sendiri..mungkin hukuman yang anda berikan,anda rasa efektif untuk pertama kali. Namun tidak untuk selamanya,,lantas anda berpikir untuk memberikan hukuman fisik yang lebih berat lagi supaya mempan? serius deh hukuman bukanlah cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak. hukuman yang membabi buta ini akan memberikan efek bola salju *makin lama makin besar* hukuman ini akan merusak hubungan anda dan anak, akan membuat mereka memberontak dan ingin membalas anda.


Lantas tindakan seperti apa yang tepat untuk mendisiplinkan mereka? "pengajaran yang benar."
Pengajaran yang benar menyediakan pendekatan yang positif dan efektif bagi masalah perilaku. Pengajaran yang benar adalah:
  • Spesifik. Pastikan anak mengetahui perbuatan mereka yang salah maupun benar.
  • Responsif. Orang tua membantu anak untuk memahami hubungan antara apa yang mereka lakukan serta apa yang terjadi sebagai akibat perbuatan mereka.
  • Konkret. Orang tua memberi contoh yang jelas kepada anak tentang cara memperbaikinya di masa mendatang
  • Positif. Orang tua membantu anak belajar mendisiplinkan diri (mampu mengendalikan tindakan serta ekspresi emosi mereka).
  • Interaktif. Memberikan kesempatan keoada anak untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Orang tua menjadi bagian yang aktif dalam proses belajar tersebut. Orang tua dan anak belajar bersama untuk mencapai tujuan bersama.
  • Informatif. Orang tua menjadi guru dan pelatih ketika memberikan informasi yang membantu anak belajar memecahkan masalah.
Meskipun hukuman yang tidak pada tempatnya dan pengajaran yang benar memiliki dampak langsung terhadap perilaku anak, namun pengajaran yang baik memiliki potensi yang lebih besar untuk memperoleh manfaat dalam jangka panjang. 
Pengajaran yang benar mengandalkan kejelasan, ketepatan serta pemahaman tentang hubungan antara perilaku dan konsekuensinya. kita akan lebih dalam membahas unsur penting tersebut di pembahasan berikutnya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar