Sabtu, 13 Agustus 2011

..bag ketiga kiat membesarkan anak dengan memanfaatkan kecerdasan emosional


       3. Konsekuensi

Konsekuensi selalu ada sepanjang waktu. Memahami cara menggunakan konsekuensi secara efektif untuk mendidik anak kita sangatlah penting. Konsekuensi memiliki kekuatan untuk mengubah perilaku, sehingga sangat masuk akal jika kita menggunakan untuk kepentingan anak.
Pada dasarnya ada dua jenis konsekuensi
·         Konsekuensi positif : hal-hal yang disukai orang dan mereka mau bekerja untuk memperolahnya *reward*
·         Konsekuensi negatif : merupakan hal yang tidak disukai dan ingin dihindari orang *punishment*

Beberapa hal yang  harus dipertimbangkan dalam memilih konsekuensi:
·         Kepentingan. Konsekuensi harus membawa arti tertentu bagi anak. Salah satu cara untuk mengetahui apa yang penting bagi anak anda adalah dengan memperhatikannya disaat santai. Sebagai contoh, Ado senang bermain sepeda di halaman, dan dia senang mengundang temannya sambil bermain sepeda. Hal tersebut sangat berarti bagi Ado dan merupakan aktivitas yang menyenangkan. Kegiatan sehari-hari tesebut dapat digunakan sebagai konsekuensi efektif. Mencabut atau memberikan sesuatu yang tidak menarik minat anak tidak akan membantu mengubah perilaku yang ingin kita ubah.
·         Segera. Bahwa orang tua harus memberikan konsekuensi segera setelah sebuah perilaku terjadi. Menunda memberikan konsekuensinmengurangi dampaknya serta melemahkan antara perilaku dan konsekuensi.
·         Frekuensi. Bila orangtua terlalu sering atau terlalu jarang memberikan konsekuensi yang sama, konsekuensi tersebut akan kehilangan efektifitasnya. Misalnya, jika anda memberikan roti coklat, mungkin beberapa kali ia akan bekerja mati-matian untuk mendapatkan roti coklat tersebut, kemudian semangatnya akan menurun. Mengapa? Karena anak merasa bosan dengan roti tersebut.
·         Ukuran. Biasanya orang tua akan memberikan konsekuensi terkecil yang menurut mereka efektif. Memberikan konsekuensi positif yang besar untuk perilaku yang relatif kecil akan menjadikan anak manja. Contoh jika Fara membersihkan tempat tidur maka bunda akan membelikan Fara boneka baru..lama-kelamaan Fara akan menjadi manja. Sebaliknya, memberikan konsekuensi negatif yang besar untuk kesalahan yang relatif kecil akan membuat anak sselalu merasa dihukum.
·         Bersyarat. Contoh: Fayyadh boleh bersepeda setelah makannya habis; setelah mandi Fara boleh berjalan-jalan. Konsekuensi besyarat adalah memberikan ‘kemerdekaan’ settelah, bukan sebelumnya, sebuah tugas tertentu diselesaikan. Peraturan bersyarat ini dapat diterapkan untuk semua usia.

Untuk suksesnya menjalankan konsekuensi maka jangan ragu untuk menempelkan konsekuensi tersebut.

Ketika memberikan konsekuensi ingat selalu:
v  Jelas. Pastikan anak tahu apa konsekuensi yang diterimanya dan tindakan apa yang membuat dia menerima konsekuensi terse3but.
v  Konsisten. Jangan memberikan konsekuensi terlalu besar untuk satu perilaku tertentu tapi kemudian mengabaikan perilaku yang sama pada kesempatan lain.
v  Singkat. Jangan memberikan ceramah. Terutama untuk anak yang masih kecil. Dengan tenang pastikan anak anda memahami apa yang mereka lakukan dan konsekuensi apa yang akan diterima.
v  Jalankan. Jalankan konsekuensi sesuai rencana, jangan menunda konsekuensi tersebut.
v  Pastikan perilaku orangtua sesuai dengan konsekuensi tersebut. Ketika memberrikan konsekuensi positif bersikap menyenangkanlah. Ketika memberikan konsekuensi negatif, bersikap tenang dan langsung pada persoalan. Menjerit dan berteriak tidak efektif!

Sabtu, 30 Juli 2011

..bag kedua kiat membesarkan anak dengan memanfaatkan kecerdasan emosional

  2. Pesan yang jelas
“Ado jangan nakal!”
“kamu harus bersikap baik terhadap gurumu”
“kelakuanmu buruk sekali”
“kamu sungguh menjadi anak yang baik ketika di toko tadi”
Pernyataan diatas adalah pernyataan yang biasa dilontarkan orang tua. Orang tua yang melontar pernyataan itu pastinya sangat memahami maksud pernyataan itu, tapi apakah anak mengerti pesan apa yang ingin disampaikan orang tuanya? Mungkin tidak. Kita harus ingat bahwa sebagian besar anak-anak merupakan pemikir yang konkret, mereka tidak menangkap arti kata-kata yang abstrak atau samar secara utuh.
Untuk memberikan pesan yang jelas, yang harus diperhatikan
Siapa             yang terlibat? Siapa yang sedang dipuji? Perilaku siapa yang sedang dikoreksi?
Apa                yang baru saja terjadi? Apa yang dilakukan dengan baik? Apa yang harus di perbaiki atau diubah
Kapan          perilaku tersebut terjadi?
Dimana        perilaku itu terjadi
Cara menyampaikan pesan :
o   Buat anak memandang anda. Kontak mata merupakan hal yang penting dalam memberi dan menerima pesan yang jelas.
o   Pandang anak anda. Hal ini membantu kita untuk melihat reaksi anak terhadap pesan yang diberikan. Ketika mata saling memandang, komunikasi akan berlangsung lebih baik.
o   Gunakan nada suara sesuai dengan situasi tersebut. Ketika sedang memberikan koreksi gunakan suara tegas, dan bersahabat serta antusias ketika memberikan pujian.
o   Singkirkan gangguan sebanyak mungkin. Usahakan mencari tempat sepi dimana anda dapat berbicara dengan anak.
o   Coba posisikan diri sehingga tinggi pandangan sejajar dengan pandangan anak. Hindari tindakan mengintimidasi anak anda dnegan berdiri tegak di depannya.
Contoh pernyataan yang tidak jelas dan pernyataan yang spesifik dalam situasi yang sama :
Tidak jelas      “Ado kenapa kamu tidak dapat bertindak sesuai umurmu bila ada tamu           
                         datang?
Spesifik           “Ado, ketika tamu kita tiba, pastikan kamu menyapa mereka, katakan ‘selamat datang.’ Baru sesudah itu kamu dapat kembali ke kamar dan bermain”
Tidak jelas      “jika kita sampai di toko itu, tolong menjadi anak yang baik nak”
Spesifik           “ketika sampai di toko itu, ingat tujuan kita bukan untuk membeli permen. Ayah dan ibu akan senang jika kamu membantu mengambilkan barang yang ada di daftar belanjaan dan menaruhnya di kereta belanja. Kamu boleh membantu mendorong kereta belanja oke?”
Bagian terpenting dari penjelasan secara spesifik adalah bahwa anak memahami bahwa orang tua tidak menyukai tindakan mereka, bukan diri mereka. Orang tua marah dan tidak senang dengan cara anak anda bertindak, tapi anda masih mencintai mereka.

Kamis, 28 Juli 2011

KIAT MEMBESARKAN ANAK DENGAN MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL


Sometimes kita bingung bagaimana harus bertindak terhadap anak kita atau bagaimana harus bersikap.. yang pastinya sebenarnya goalnya adalah kita ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati kita, ya kan?
karena itu saya jadi penasaran saat menemukan buku 18 KIAT MEMBESARKAN ANAK DENGAN MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL. cuma kalo langsung mengulas satu buku kayaknya kebanyakan..


sebelum membahas tentang hukuman mohon baca dan jawab sejenak beberapa tpertanyaan dibawah ini ya mom..
1) apakah anda berdebat dengan anak-anak tentang perilaku mereka?
2) apakah anda merasa sepertinya semua yang anda lakukan adalah melakukan koreksi terhadap anak-anak anda?
3) seringkali anda memberikan tanggapan berupa hukuman berat untuk kesalahan yg relatif sepele?
4) apakah anda menggunakan ancaman yg tidak akan atau tidak dapat anda laksanakan?
5) apakah anda sering mengatak sesuatu kepada anak-anak kemudian anda melupakannya?
6) apakah anda mengulang perintah yg sama kepada anak-anak berulang kali?
7) apakah anda sering menyerah terhadap tuntutan anak anda, karena anda merasa jika anda berunding dgnya akan sia-sia saja?
8) apakah anda mendapati semakin banyak hukuman yang anda berikan, semakin banyak kesalahan yang dilakukan anak anda?
9) apakah pilihan terakhir anda adalah melakukan hukuman fisik karena menurut anda sudah tidak ada yang dapat anda lakukan?


Jika jawaban anda sebaGian besar "ya" berarti anda adalah orang tua yang mengandalkan HUKUMAN. tenang anda tidak sendiri..mungkin hukuman yang anda berikan,anda rasa efektif untuk pertama kali. Namun tidak untuk selamanya,,lantas anda berpikir untuk memberikan hukuman fisik yang lebih berat lagi supaya mempan? serius deh hukuman bukanlah cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak. hukuman yang membabi buta ini akan memberikan efek bola salju *makin lama makin besar* hukuman ini akan merusak hubungan anda dan anak, akan membuat mereka memberontak dan ingin membalas anda.


Lantas tindakan seperti apa yang tepat untuk mendisiplinkan mereka? "pengajaran yang benar."
Pengajaran yang benar menyediakan pendekatan yang positif dan efektif bagi masalah perilaku. Pengajaran yang benar adalah:
  • Spesifik. Pastikan anak mengetahui perbuatan mereka yang salah maupun benar.
  • Responsif. Orang tua membantu anak untuk memahami hubungan antara apa yang mereka lakukan serta apa yang terjadi sebagai akibat perbuatan mereka.
  • Konkret. Orang tua memberi contoh yang jelas kepada anak tentang cara memperbaikinya di masa mendatang
  • Positif. Orang tua membantu anak belajar mendisiplinkan diri (mampu mengendalikan tindakan serta ekspresi emosi mereka).
  • Interaktif. Memberikan kesempatan keoada anak untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Orang tua menjadi bagian yang aktif dalam proses belajar tersebut. Orang tua dan anak belajar bersama untuk mencapai tujuan bersama.
  • Informatif. Orang tua menjadi guru dan pelatih ketika memberikan informasi yang membantu anak belajar memecahkan masalah.
Meskipun hukuman yang tidak pada tempatnya dan pengajaran yang benar memiliki dampak langsung terhadap perilaku anak, namun pengajaran yang baik memiliki potensi yang lebih besar untuk memperoleh manfaat dalam jangka panjang. 
Pengajaran yang benar mengandalkan kejelasan, ketepatan serta pemahaman tentang hubungan antara perilaku dan konsekuensinya. kita akan lebih dalam membahas unsur penting tersebut di pembahasan berikutnya..


Kamis, 21 Juli 2011

..SESIONG..



Merajut mimpi menjadi istri dan ibu yang bisa masak  J
Masakan ala aikmel niyy..
Pertama kali nyoba waktu diundang acara makan-makan teman IGD. Waktu ngeliat langsung penasaran,,apaan niyy
Ternyata namanya ‘sesiong’ katanya masaknya pake daun kedondong.. hee daun kedondong, gimana rasanya.. ternyata rasanya seger, agak asem. Resepnya sederhana banget
  • Buntut sapi
  • Daun kedondong muda katanya bisa diganti daun asem *daun asem belum nyoba ni, baru nyoba daun kedondong. Ternyata daun kedondong enak juga dimakan* 
  • Penyedap *berhubung masaknya sekalian untuk fayyadh, jadi ro*k*  di ganti kaldu non msg punyanya alsutan*
-          Sebenernya resep aslinya cuma tiga ini doang. Tapi iseng aja nambahin
-          Bawang merah
Buntutnya di bersihin kasi garam+jeruk nipis dikit, trus digodok klo udah mateng masukin daun kedondong, penyedap, bawang merah taraaa jadi deh

Makannya pake sambel beberok :p mantabs
-          Cabe rawit
-          Tomat
-          Terasi bakar
-          garam


 Makan deh.. ehmmmm yummiiieee..

Minggu, 17 Juli 2011

MENGATASI TANGIS BAYI


Namanya juga bayi, apa-apa pasti keluarnya menangis.. J
Mau nenen ya nangis, popoknya basah ya nangis, kedinginan, gerah, pup bete ya nangis. Cuma terkadang bayi ga berhenti menangis, tangisnya histeri lagi pastinya denger bayi kayak gini kita sebagai orang tua pasti bingung banget *pernah ngerasain soalnya*.
Katanya sih coba cek dari ujung rambut sampai ujung kaki
  • Gerah
  • Popok basah? 
  • Kedinginan? Suhu Acnya udah pas belom?
  • Pup?
  • Udah nenen?
  • Udah disendawain? Bayi yang belum disendawakan akan merasa kembung dan rasa kembung ini ga nyaman banget jadi ya bayinya menangis..
  •  Bete? Dari pagi sampe siang di kamar terus? Bayi juga bisa bete lho.. pengen diajak ngobrol atau becanda
  •  Ngantuk?
  • Hidung mampet?
Udah semua belon ya...(kalo kurang tolong ditambahin ya.. :) )
Kalo semua-mua udah ok tapi bayi tetep nangis, bundanya mundur dulu ya jangan maksain gendong si baby. Emosi bunda bisa terasa oleh babynya lho, baby jadi tambah gusar dan rewel.
Kemungkinan tangis bayi ini karena bayi mengalami ‘kolik’. Ya udah kasi aja bayinya sama si ayah, pastikan si ayah tenang ya (tarik napas dalam dan buang pelan-pelan bisa bantu menenangkan diri ya yah). Setelah itu dengan posisi berdiri si bayi di gendong ayah, perut bayi menempel di dada ayah. Setelah itu ayah bersenandung atau bernyanyi juga boleh. Senandung ayah akan menghasilkan getaran di dada ayah dan akan di lanjutkan ke perut bayi. Getaran ini akan mengurangi kolik bayi, insyaallah dalam waktu kurang dari 15 menit bayi akan tenang kembali.
Biasanya kolik lebih sering terjadi pada bayi sufor, jadi minimalisir penggunaan sufor ya, bila perlu STOP SUFOR!

Semoga bisa membantu ya bund.. go ASI go!!